Spider Man: Across the Spider-Verse Review

Spider Man: Across the Spider-Verse Review

Spider Man: Across the Spider-Verse Review – Setelah ditunda dua kali, Spider Man: Across the Spider-Verse akhirnya dirilis di bioskop Indonesia pada Rabu (31/5/2023). Karena kesuksesan Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018), para penggemar Marvel, terutama mereka yang menyukai manusia laba-laba, sangat menantikan sekuel ini.

Selasa, 30 Mei 2023, Beritasatu.com diberi kesempatan untuk menyaksikan screening perdana Spider-Man: Across the Spider-Verse. Acara yang diikuti oleh komunitas Spider Man dan Marvel Indonesia ini cukup ketat karena penonton harus membawa smartphone, kamera, dan perangkat lainnya yang dapat merekam film sebelum masuk ke studio.

Selain itu, petugas akan memeriksa barang bawaan penonton untuk memastikan. Semua ini dilakukan semata-mata untuk menjaga kerahasiaan film dan menghindari memberikan spoiler kepada penggemar atau calon penonton lainnya yang belum menontonnya. Oleh karena itu, review ini tidak akan membahas apa pun selain hal-hal yang sudah diketahui oleh pembaca melalui premise dan trailer film.

Review Spider-Man: Across the Spider-Verse, Sekuel yang Melebihi Perkiraan

Dalam Spider-Man: Across the Spider-Verse, petualangan Miles Morales, yang kini menjadi satu-satunya Spider-Man di dunianya setelah kematian Peter Parker di awal film pertama, dihidupkan kembali. Penonton akan melihat bagaimana Miles beradaptasi dengan kehidupannya sebagai siswa dan sebagai pahlawan super di latar waktu setahun setelah kejadian di Spider-Man: Across the Spider-Verse.

Selain itu, latar belakang Gwen sebelum dan sesudah film pertama akan dibahas, membawa penonton ke dunia semesta Gwen Stacy. Di sisi lain, di dunia Miles muncul penjahat luar biasa bernama Spot. Awalnya dianggap sebagai penjahat biasa, Spot berubah menjadi musuh yang mengancam tidak hanya kota dan dunia Miles tetapi juga seluruh semesta laba-laba (Spider-Verse).

Di film pertama, Spider Man dan Spider Woman dari dunia lain tiba di dunia Miles Morales. Di sekuelnya, Miles kemudian pergi ke Spider-Verse, di mana dia bertemu dengan Spider-Man dan Spider-Woman dari dunia lain atau Spider Society yang dipimpin oleh Miguel O’Hara (Spider-Man 2099).

Review Spider-Man: Across the Spider-Verse, Sekuel yang Melebihi Perkiraan

Di sini, Miles juga mengetahui bagaimana satu peristiwa berhubungan dengan peristiwa lainnya sehingga membentuk rangkaian layaknya jaring laba-laba. Ini berlaku untuk peristiwa yang terjadi di film pertama, serta peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang Miles mungkin tidak dapat mengantisipasi.

Karena rentannya jaring nasib, peristiwa yang tidak sesuai dengan rangkaian, atau anomali, memiliki kekuatan untuk menghancurkan keseluruhan semesta. Ini yang menjadi perdebatan moral Miles. Selama dia mempertahankan kemampuan supernya dan identitasnya sebagai Spider-Man, dia harus membuat keputusan antara tanggung jawab dan ancaman musnahnya dunia yang ia cintai.

Membuat sekuel film yang sukses tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak jarang sekuel tetap menggunakan formula kesuksesan yang sama, tanpa kemajuan, dan menghasilkan hasil yang diharapkan penggemar. Sulit bagi mereka yang menonton film sebelumnya untuk membandingkan sekuel dengan film sebelumnya.

Bisa dikatakan bahwa Spider-Man: Across the Spider-Verse melewati tantangan itu dengan sukses, menjadikannya sekuel yang berhasil melampaui harapan. Film ini mengulangi formula sukses film pertama. Layaknya judul film ini, penonton akan dibawa melalui Spider-Verse, yang ternyata jauh lebih luas dari yang diduga penggemar. Di sinilah perkembangan Spider-Verse dilakukan dengan baik dalam film ini.

Fokus utama dari Spider-Man: Across the Spider-Verse adalah adegan interaksi, ayunan, dan pertarungan Spider-Man, yang, sama seperti versi sebelumnya, sangat disukai oleh penggemar Spider-Man, terutama mereka yang juga membaca komiknya.

Review Spider-Man: Across the Spider-Verse, Sekuel yang Melebihi Perkiraan

Deretan pemeran suara hebat juga menunjukkan bagaimana mereka menunjukkan seni peran melalui suara mereka, bukan hanya sebagai duber. Shameik Moore (Miles Morales, Spider-Man), Hailee Steinfeld (Gwen Stacy, Spider-Woman), dan Jake Johnson (Peter B. Parker, Spider-Man) adalah nama-nama yang sangat baik yang muncul di Spider-Man: Into the Spider-Verse. Selain itu, aktor baru seperti Oscar Isaac (Miguel O’Hara, Spider-Man 2099), Daniel Kaluuya (Hobart “Hobie” Brown, Spider-Punk), dan Issa Rae (Jessica Drew, Spider-Woman).

Keberanian Across the Spider-Verse untuk menggali latar belakang Gwen juga menunjukkan bahwa Gwen adalah salah satu karakter terbaik Spider Man, dan membuatnya pantas memiliki spin-off sendiri. Sony dilaporkan sedang mempersiapkan Spider-Women, yang berfungsi sebagai pembuka dunia yang luas.

Dengan setidaknya 280 karakter dari Spider-Man dari Spider Society, film ini akan menampilkan beberapa easter eggs dari dunia Marvel Cinematic Universe (MCU) dan dunia Spider-Man lainnya. Film berdurasi 140 menit itu juga akan menjadi rekor film animasi terpanjang di Hollywood.

Selain itu, plot twist yang terjadi dalam film ini membuat penonton terkejut dan tidak dapat menebak jalan cerita. Sudah jelas bahwa akhir film ini masih jauh dari akhir, karena Sony sedang mengerjakan spin-off Spider-Man: Across the Spider-Verse, yang akan dirilis pada tahun 2024.

Untuk memahami latar belakang dan plot dari Into the Spider-Verse sebelum menikmati sekuelnya, sangat disarankan bagi penonton baru untuk menontonnya sebelum menikmati sekuelnya. Namun, penonton yang lupa atau bahkan tidak menonton film sebelumnya dari MCU juga akan menikmati Across the Spider-Verse dengan mudah.

Seperti film-film MCU sebelumnya, Spider-Man: Across the Spider-Verse tidak memiliki scene pasca-kredit. Meskipun demikian, tidak ada salahnya untuk menunggu kredit hingga akhir untuk penonton yang ingin melihat siapa saja yang berperan dalam pembuatan film animasi yang luar biasa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *